[Berita] FORMASI CPNSD Tahun 2008 Propinsi Jawa Barat
Ditulis oleh penerimaan-cpns • Selasa, 11 November 2008 • Kategori: CPNSD, Jawa BaratFORMASI CPNSD Tahun 2008 Propinsi Jawa Barat
Pada tahun 2008 Pemprov. Jabar dan Pemkab/Pemkot Se-Jabar telah mendapat formasi CPNSD sebanyak 17.985 orang yang tersebar di lingkungan Pemprov. Jabar dan Pemkab/Pemkot Se-Jabar dengan rinciannya : 8.986 untuk tenaga honorer, 8.996 untuk pelamar umum serta 820 untuk sekretaris desa, dengan rekrutmen baru diharapkan Pemda mendapat kekuatan baru untuk menambah ketersediaan sumber daya aparatur yang cukup, baik dari aspek kuantitas maupun kualitasnya.
Siapkan diri Anda mengikuti test CPNS, dapatkan kumpulan soal-soal CPNS Terbaru, Klik Di Sini!
Rekruitmen tersebut, diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kinerja aparatur Pemda, dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berwibawa, bersih, serta bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Pemprov. Jabar, dalam rangka mempersiapkan seleksi penerimaan CPNSD formasi tahun 2008, (3/10) membuat kesepakatan (MoU) dengan Pemkab/Pemkot Se-Jabar. MoU berlangsung di Basement Gedung Sate.MoU ditandatangani oleh Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan dengan Walikota/Bupati atau pejabat yang mewakili.
Gubernur Jabar, usai menandatangani MoU mengungkapkan, penandatanganan MoU antara Pemprov. Jabar dengan seluruh Pemkab/Pemkot Se-Jabar dilakukan dalam rangka seleksi penerimaan CPNSD Formasi tahun 2008, yang prosesnya akan dilaksanakan kerjasama dengan Unpad yaitu untuk pengadaan naskah soal dan pemeriksaan lembar jawaban ujian.
Kerjasama dengan Unpad, jelas Gubernur, merupakan perwujudan kepercayaan sekaligus harapan dari segenap jajaran Pemda kepada lembaga Perguruan Tinggi, sebab Pemda bertekad agar penyelenggaraan pengadaan CPNSD harus diselenggarakan dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi agar prosesnya dapat berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah CPNSD yang berkualitas sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkannya.
Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, sambung Gubernur, akan sangat tergantung dari kualitas serta kapasitas sumberdaya aparaturnya, karena itu mulai dari proses rekruitmen, penempatan dan pengembangan karir aparatur pemerintah harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan aparatur yang berkualifikasi paripurna.
Standar tersebut, telah berkembang dan dijalankan secara konsisten oleh berbagai Negara di seluruh belahan dunia untuk melahirkan kemajuan, seperti di Negara-negara Uni Eropa, Jepang, Cina, Singapura dan Negara-negara lainnya.
Adanya pemikiran tersebut, secara nasional sekarang telah dirasakan pemerintah terus berupaya untuk membenahi system penyelenggaraan pemerintahan agar sejalan dengan paradigma good governance and clean government, salah satunya melalui pembenahan yang menyeluruh dalam mekanisme rekrutmen PNS agar diperoleh PNS-PNS yang berkualifikasi paripurna.
Jumlah PNSD dalam konteks regional Jabar baik di lingkungan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, secara kuantitatif relatif memadai, akan tetapi secara kualitatif masih jauh dari cukup, terutama untuk kompetensi tertentu yang memerlukan keahlian teknis yang bersifat khusus.
Rekruitmen tersebut, diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kinerja aparatur Pemda, dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berwibawa, bersih, serta bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), harap Gubernur.
Gubernur, dalam bagian lain keterangannya kepada wartawan mengungkapkan, seleksi CPNSD Insya Allah akan bebas dari praktek penyimpangan, jika ada indikasi penyimpangan laporkan saja kepada pihak yang berwenang. Jika penyimpangan tersebut sudah mengarah pada tindakan kriminal, urusannya akan diproses oleh aparat penegak hukum, yaitu Kepolisian dan Kejaksaan.
jabarprov.go.id